Sabtu, 24 September 2011

Kepribadian Introvert?

diunduh dari http://www.zazzle.com

Ketika saya mulai bingung dengan dunia ini, jengah dengan semua yang ada, mengutuk orang lain, memaki-maki semuanya, menganggap yang salah adalah KAMU! Iya, kamu yang lagi baca tulisan ini! (loh, pembaca kok ikut-ikutan salah???) Pelan-pelan saya mulai sadar (masih mulai), ternyata ada yang keliru pada diri saya.

Saya tidak yakin, parahnya, pada diri saya sendiri. Saya tidak percaya bahwa saya ternyata bisa, mampu mengerjakan apa yang mereka kerjakan. Tadinya saya merasa kecil, rendah, tak pantas bergabung dengan mereka. Tapi buat apa saya merasa begitu? Toh akhirnya, di belakang panggung, di balik layar, saya justru berteriak-teriak memaki dengan seribu bahasa daerah, mau Jawa, Sunda, Madura, Batak. Apa lagi? Memang iya, saya memaki diri saya sendiri! Pengecut!!! Pecundang!!!

Tak perlu miris, tak juga perlu khawatir. Menyedihkan memang! Tapi tenang saja, saya tak sampai nekat bunuh diri. Bahkan rencana itu tak penah lewat sekalipun. (lah, kok ditulis?)

Saya marah, karena saya orangnya nggak PeDe! That’s it. Itu masalahnya. CUMA ITU. Tapi dampaknya NGGAK CUMA ITU. Saya jadi merasa nggak berharga, krisis identitas! Wow! Saya baru sadar, ternyata diam-diam saya punya penyakit mental (sengaja nggak pake istilah ‘jiwa’). Dari dulu saya orangnya memang pemalu. Tidak, jangan salahkan orangtua saya! Ini memang bukan kesalahan mereka dalam mendidik saya waktu kecil. Tapi mungkin ini memang karena kelemotan saya dalam menerima didikan mereka yang bertema manajemen penguasaan diri di hadapan publik. Atau karena jiwa saya yang cenderung introvert, yang ujung-ujungnya justru membahayakan khalayak sejuta umat. Bahkan, saking senang menyendiri, kadang saya berpikir ingin menguasai dunia ini jadi milik saya sendiri! Wow, dahsyatnya, bagai misi dan visi monster-monster jahat di film-film kartun.

Hemmm, BWAHAHAHAHAHAHA!!!
Tolong... selamatkan diri saya yang pelan-pelan -bahkan diri saya sendiri telat nyadarnya- menumbuhkan raksasa jahat yang bisa sewaktu-waktu bangun dari tidurnya lalu menyemburkan api amarah. Saya takuuuuut! Tubuh ini sudah diperalat oleh raksasa yang dulu masih bayi dititipkan oleh ibunya di dalam diri saya. Saya sendiri nggak tahu dia sekarang udah umur berapa, apa mungkin seumuran dengan saya? Atau lebih muda sedikit? Hhhhhh, tak ada jalan untuk berkomunikasi dengannya karena terkadang dia adalah diri saya sendiri. Bukan, saya bukan lagi kesurupan.

Ini, berkaitan dengan mental, kepribadian.
Kalau lagi galau, saya suka dengerin musik rock. Makin keras musiknya, makin mantap! Sepertinya si penyanyi berpihak pada saya, "Kalau mau teriak, teriak aja!" gitu mereka bilangnya. Jadi saya berusaha mengunduh lirik lagu mereka, nyanyi ngikutin gaya si vokalis, hingga akhirnya pelan-pelan saya hafal liriknya. Dan saya bisa teriak bareng si penyanyi. Apa saya lega? Sedikit. Cuma sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiit!

Balik lagi ke cerita bahwa dulu saya orangnya pemalu. Sekarang? Masih iya. Maksud saya, pemalu yang ada kaitannya dengan introvert. Suka memendam sesuatu hingga akhirnya sesuatu itu bagaikan sampah yang menumpuk di batin. Menurut saya pribadi, ini adalah satu bentuk kepribadian yang kurang baik. Ada baiknya jika manusia saling berbagi cerita karena sifat dasar manusia salah satunya adalah sebagai makhluk sosial. Dan itulah mengapa budaya blogging sangat perlu dikembangkan *hehe*.

Nah, bagaimana kalau seseorang sudah terlanjur berkepribadian seperti ini? Jawabannya adalah, kehadiran sahabat, saudara, orang tua, terserah, siapapun itu yang bisa membuatmu nyaman dan jujur jadi dirimu sendiri adalah sangat penting. Ceritakan pada mereka apa yang tengah kamu rasakan. Tidak perlu malu selama itu tidak menjelek-jelekkan orang lain, selama itu tidak mengganggu hak orang lain. Justru dengan berbagi cerita, beban yang kita punya akan sedikit berkurang. Pikiran tenang, tekanan darah tidak meningkat drastis, resiko terkena serangan jantung maupun stroke dapat dihindari *hehe*.

Untuk para sahabat, saudara dan orang tua, pliiisss hadirlah untuk orang-orang yang seperti ini. Mereka membutuhkanmu! Kalau mereka lagi kumat, justru jangan ditinggal sendiri. Mereka emang berlagak pengen sendiri, emang dasarnya gitu, tapi justru diam-diam mereka sedang mencari perhatian, agar kamu mendekati mereka untuk jadi pendengar dan syukur-syukur pemberi solusi atas masalah yang mereka miliki.
Karena mereka SENANG diperhatikan... ^.^
Everybody need each other, isn't it?