Jumat, 24 Februari 2012

Being alive!

Sebuah pertanyaan yang pernah dilontarkan kakek saya beberapa saat yang lalu:
(Semoga kakek saya selalu sehat, diberkahi umur panjang dan barokah. Amin.)

Sebenarnya yang paling logis, orang takut mati atau justru takut hidup?

Karena hidup butuh perjuangan.
Hidup perlu makan, makan dari kita beli atau masak, bahannya dibeli pake uang, uang bisa kita dapat setelah bekerja, bekerja butuh tenaga, tenaga hasil kita makan, makan dari kita beli  atau masak, bahannya dibeli pake uang, uang bisa kita dapat setelah bekerja, bekerja butuh tenaga, tenaga hasil kita makan, makan dari kita beli atau masak, bla, bla, bla.

It's circle of life.

Tapi untuk bisa mati dengan tenang, juga butuh perjuangan.

Bagaimana kita bisa meninggalkan dunia ini dengan suatu manfaat yang akan terus ada walaupun kita sudah nggak ada. Bagaimana kita bisa meninggalkan jejak positif di setiap orang yang kita cintai. Bagaimana kita bisa, setidaknya sedikit membuat bumi ini lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana kita bisa menilai hidup kita sendiri, apakah selama ini sudah cukup berarti?

Karena matipun, juga butuh bekal.
Sejauh mana kita mempertanggungjawabkan hidup, nyawa yang selama ini kita pegang.

Ya Allah, jadikanlah kami hambamu yang senantiasa besyukur, atas kesempatan yang telah Engkau berikan untuk menikmati indahnya dunia ini. Ya Allah, jadikanlah kami hambamu yang selalu menghargai waktu, dan tidak pernah terjerembab dalam kesia-siaan. Ya Allah, ampuni kami, karena seringnya kami lupa dan lalai...

Semoga setelah menegur diri sendiri ini, saya bisa lebih menghargai hidup.


Senin, 20 Februari 2012

Tumbuh

Apa salahnya mencoba bergabung dengan dunia luar?
Apa salahnya keluar dari goa, mengintip sebentar apa yang sedang terjadi di luar sana?

Apa salahnya sesekali menjadi orang lain? Sesekali...  

Saya bosan dengan goa tempat tinggal saya ini.
Inginnya sih, pindah ke appartment. 
Tapi, di sana ada lumutnya gak ya? Karena saya sudah terbiasa dengan lumut.

Sudah baca bukunya Raditya Dika yang baru? Manusia Setengah Salmon.
Lucu, dan kadang-kadang mengharukan.

Gara-gara itu saya jadi terpikir pengen pindah...

Pindah menjadi pribadi yang lebih baru... Lebih, menyenangkan!

Jangan-jangan, saya bukan bosan dengan tempat tinggal saya, tapi bosan dengan diri saya sendiri?
Oh, tidaaaaakkkk!!! Itu akan sangat berbahaya.

Manusia memang gampang sekali berubah.
Yang gampang sekali berubah itu manusia.

Jadi.... intinya... saya lagi pengen es krim.

Kamis, 16 Februari 2012

Saya haus Darah!

Oke, judul di atas emang agak ngawur. Biar heboh, biar menggelegar, BWAHAHAHAHA!!!! *keliatan taringnya*

Saya pengen nulis, nulis apa aja. Walaupun bingung juga mau nulis apa. Oke, sebenarnya saya mengetik, bukan menulis.

Saya seperti orang yang habis mogok bicara. Dalam hal ini lebih tepatnya mogok ngeblog. Tapi saya nggak pernah berniat mogok, cuman aliran pulsa sebagai bahan bakar blog kurang begitu lancar akhir-akhir ini. Oke, itu tadi curhat yang nggak mutu sama sekali.

Ehem, banyak kejadian heboh yang belakangan terjadi.
Kecelakaan maut di mana-mana.
Persidangan lelakon wakil rakyat (ngakunya) dan petinggi negara yang makin seru aja.
Sinetron baru, gaya anak SMA ngetrend lagi.
Valentin-valentinan. Ohya, bapak saya sengaja beli coklat kemasan spesial valentine di indomaret lalu ditaruh begitu saja di kulkas. Begitu saya buka kulkas, saya langsung senyum-senyum sendiri sambil mikir yang macem-macem. Eh, ternyata itu hasil karya bapak saya sendiri. Ehem, mungkin gejolak jiwa mudanya muncul kembali. Hasilnya? Saya dan mama girang bukan main, lahap makan coklat sambil nonton sinetron.

Adele dapat 6 piala Grammy Awards. Meskipun saya nggak kenal dia, apalagi dia kenal saya, tapi saya ikutan senang.

Trenggalek lagi musim duren. Semua keluarga saya yang di luar kota pada ngiler, protes lewat SMS, duren fever pun jadi wabah di keluarga besar saya.

Ngerasain duduk selama 13 jam di kereta. Ngantuk tapi nggak bisa mulet, pulang-pulang langsung tidur lagi.
Ketemu dan curhat habis-habisan sama mbak sepupu saya yang sudah lama hilang (bukan arti yang sebenarnya).

Ditinggal kakak saya touring ke NTB, sementara saya dan mama kabur ke Depok. Bapak saya? Jaga rumah. Hehehehehe...

Dan... akhir-akhir ini saya suka banget sama lagunya One Republic yang berjudul Secret. Itu emang lagu udah lama,  saya emang kuper masalah lagu. Tapi sekarang ini saya benar-benar tersihir sama liriknya, sama musiknya, sama vokalisnya, hehehehehehe.... Seakan-akan lagu di dunia yang paling layak dengar cuma itu doang. 

Just don't let me disappear.

Hemm, menurut saya itu kata-kata paling dalem sedunia. 

:)







Love your life. Always.

Belakangan ini banyak orang di sekitar saya terkena musibah: masalah jantung.
Saya yang denger aja ikut deg-degan, ikutan sesak nafas, ikutan was-was, bahkan curiga pada diri sendiri, jantung saya baik-baik aja gak ya? Jadi paranoid, deg-degan dikit jadi kepikiran jantung saya -padahal waktu itu gebetan lagi lewat- hehehe...

Emmm, aneh juga, kenapa sekarang lagi ngetrend penyakit jantung -selain trend jambul khatulistiwa dan bulu mata antiseptik tentunya. Orang yang biasanya terlihat segar bugar dalam waktu sekejap bisa 'jatuh' gara-gara serangan jantung. Mengerikan.

Mumpung masih muda, yuk kita jaga jantung kita! 
Dengan cara..... ah, anda pasti sudah tahu. Klise, normal, biasa, sudah sering denger, tapi sulit banget nerapinnya.
Antara lain: makan teratur, hindari banyak makanan berlemak, olahraga teratur, gak ngerokok, hindari drugs, hindari alkohol, dan yang penting: tidur yang berkualitas. Yeah :)  *mendadak sok jadi pakar kesehatan*

By the way, kapan hari saya nonton sebuah acara di TV yang narasumbernya seorang binaragawan tapi udah umur 81 tahun masih kuat ngangkat beban 50 kg! Pak Tepong namanya. Ada satu quote dari beliau yang menurut saya menarik dan sangat menginspirasi. Kayak gini bunyinya,
Takdir ada di tangan Tuhan, umur ada di tangan kita
Wow, mantap sekali bukan? 
Kalau boleh saya terjemahkan, intinya mau hidup kayak apa dan selama apa, kita sendiri yang menentukan. Iya, terserah kita, semau kita, seenak kita. Tergantung kita memanfaatkan waktu seperti apa. Kita mau sukses, ya berusaha. Kita mau slow down let it flow, ya santai aja. Kita mau bebas penyakit, ya olahraga. Kita mau awet muda, ya banyak senyum. Kita mau bahagia dunia akhirat, ya beribadah. Simpel bukan? Semua itu ada di tangan kita, karena kita yang punya kendali penuh atas hidup kita sendiri.

Hemmm, kembali ke masalah jantung, ternyata pikiran sangat berperan pada kerja jantung.
Itu kenapa orang yang stress sangat beresiko terkena serangan jantung.
Jadi, lebih baik hepi hepi ajalah... Menertawakan diri sendiri cukup efektif untuk membuat tubuh rileks. Makanya, bagi orang-orang tipe A, tak perlu lah terlalu memaksa diri sendiri untuk selalu menjadi sempurna. Kita manusia pasti punya salah, dan kita manusia pasti butuh bantuan orang lain. 

Menertawakan diri sendiri? Maksud saya, saat kita berbuat salah, konyol, tampak bodoh di depan orang lain, yaaa, tertawa aja! Setelah meminta maaf atas kekonyolan yang telah kita lakukan, tak perlu terlalu menghukum diri sendiri. Cukup dengan introspeksi dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama, lalu pasang wajah innocent sambil bergumam, "Hahahaha, bodohnya aku!" Tapi cukup bergumam dalam hati aja, jangan sampai orang lain mengira kita gak waras. Hihihi...

Menurut saya, selama ini kalau kita merasa sengsara, hidup gak enak, kayak di penjara, berasa narapidana, berasa hidup saya tak berarti, tidak bahagia, berasa gak berguna, berasa "Ah, hidup gue gini-gini aje." Waspadalah! Itu salah satu gejala bahwa Anda sudah terjerumus dalam belenggu, "Menghukum dan memvonis diri sendiri." Langkah selanjutnya? Ya, move on! Say no to galau!  

Dosen saya pernah bilang, berdasarkan hasil riset, orang dengan kepribadian melankolis lebih beresiko terkena kanker daripada orang yang berkepribadian sanguinis. Jadi banyak-banyaklah senyum, cengengesan, menganggap semuanya akan baik-baik saja. Tak perlu bermuram durja. All is well. Hehe... Ayo nyanyi bareng-bareng, "all is well.... jeng, jeng, jeng jeng..." Jangan lupa geleng-geleng kepala ala India sambil muterin tiang atau pohon di halaman. Hohoho...

Yeah, walaupun saya bukan psikolog, bukan pakar kesehatan jiwa, bukan psikiatri, bukan paranormal, bukan dukun, tapi saya merasa bahwa "hidup harus dibikin ENJOY!!!"

Hidup harus dinikmati. Setiap detiknya, setiap detak jantung kita. Setiap hembusan nafas. Setiap momen dalam hidup, baik yang pahit, manis, asam, asin. Semuanya, harus dihadapi dengan syukur. Yeah. SYUKUR.

Satu lagi tontonan yang menginspirasi, waktu itu Om Pepeng lagi diwawancara di salah satu stasiun TV. Terus beliau bilang bahwa beliau selalu berdoa kepada Tuhan yang intinya kayak gini,
Ya Tuhan, tunjukkanlah pada hamba persepsi yang indah dalam menghadapi setiap keputusan yang Engkau beri.
Wow, super sekali bukan!
Om Pepeng tidak meminta hal-hal yang indah selalu terjadi padanya, tapi Om Pepeng mengharapkan agar beliau selalu dapat menghadapi apapun yang terjadi padanya dengan pikiran positif. 

That's it !
Muga bisa menginspirasi....
;)