Selasa, 27 Desember 2011

True Colours

What is your true colours?
Blue? Pink? Green? Yellow? Brown?
Or, me-ji-ku-hi-bi-ni-u?
Or, like a juice, maybe yours is a mix? Green-pink? Yellow-blue? Or Black-black? Hahaha...

It's not about your skin colour, but what I mean is, your colour of personality.
Yeah, and blue of one person sometimes is different with another person. One colour has large spectrum. Maybe there are 1.000.000 blue in this world. Navy blue, jeans blue, sky blue, or metalic blue, hehehe...

Hemm, so what is mine?
Maybe cream. It is like hemmm, 'isinya kue sus'. Yeah, something like that laaahh...
And what is the meaning?
Hemm, I don't know. I just feel that maybe that colour is so 'aku banget'. hahahahahaha....

When you find your colour, you will feel that you are part of this colourful world. Yeaaay!!!

Senin, 19 Desember 2011

Desember, just another month?

Iya, ini bulan Desember saya tahu. Saya bisa baca kalender.
Tapi kayaknya saya masih belum mau percaya kalau ini sudah bulan Desember 2011!

Dan, pertanyaannya adalah: apa yang sudah saya perbuat selama setahun ini? (oke, belum genap setahun  memang).

Justru mumpung tahun 2011 belum berakhir, masih ada beberapa hari tersisa, maka dari itu saya berencana membuat suatu hal yang spektakuler! Membuat hari yang tersisa ini menjadi hari yang berarti supaya tahun 2011 bukan sekadar tahun yang datar-datar aja. Hemmm... tapi apa? *glodak!*

Oke, biarkan saya berpikir dahulu. Siapa tahu sembari berpikir bisa langsung dipraktekkan.

Yeah, just make this valuable time be a really valuable time!!!   ^_^

Sabtu, 03 Desember 2011

Karena Saya Orang Indonesia

Indonesia !!!

In-do-ne-sia

I N D O N E S I A

Wow, saya merasa sangat beruntung menjadi orang Indonesia!

I N D O N E S I A

Saya memang tidak tahu bagaimana rasanya hidup di negeri lain. Tapi saya bisa pastikan bahwa Indonesia adalah tempat terbaik untuk hidup -bagi diri saya sendiri tentunya.

Karena di INDONESIA, saya bisa menikmati waktu yang seimbang antara terang dan petang.
Karena di INDONESIA, saya bisa berjalan dengan ritme yang pelan namun pasti.
Karena di INDONESIA, saya bisa bertanya pada siapapun dan di manapun saat saya sedang tersesat, semua orang di sini tidak pelit informasi dan sangat saling membantu.
Karena di INDONESIA ada bakso, sate ayam, gado-gado, rujak cingur, pecel, nasi rawon.
Karena di INDONESIA, saya merasa sedang ada di rumah.

Lupakan sejenak tentang lemahnya negeri ini. 
Banjir, kemacetan lalu lintas, rumah-rumah kumuh, jam karet, dan carut marut yang terjadi di panggung atas sana. 
Selama kita masih mencintai negeri ini, INDONESIA, dia akan terus tumbuh, berkembang, dan berubah menjadi lebih positif.

Salah satu iklan pemberdayaan masyarakat mengatakan, "Jangan terlalu mengagumi rumput tetangga yang lebih hijau, tapi kita lupa menghijaukan rumput sendiri."

Berkat iklan yang sangat menginspirasi tersebut, saya jadi punya pandangan baru. Pandangan yang sangat mendasar, tapi entah mengapa baru terpikirkan oleh saya.

Kalau ada yang bertanya, "Ngapaian kamu repot-repot sekolah? Kalau ujung-ujungnya cuma buat cari duit, langsung kerja aja kan bisa."

Saya akan menjawab, "Ini untuk Indonesia. Saya mau Indonesia terus tumbuh, nggak seperti seorang anak yang kurang gizi. Karena Indonesia sudah memberi saya kehidupan, sudah seharusnya saya menuntut ilmu untuk menyambung kehidupan selanjutnya di negeri tercinta ini."

INDONESIA, terima kasih atas cintamu selama ini.