Minggu, 13 November 2011

this has gotta be the good life

Hopelessly 
I feel like there might be something that I'll miss 
Hopelessly 
I feel like the window closes oh so quick 
Hopelessly 
I'm taking a mental picture of you now 
'Cuz hopelessly 
The hope is we have so much to feel good about
-One Republic-


The hope is we have so much to feel good about, hemm, yeah, I hope so! Really!

Sabtu, 12 November 2011

Kamu, Aku, dan Gerimis

Langit menangis lalu gerimis
Aku tahu kau di sana terdiam menunggu, karena langit membuat kita sama
Ini bukan tentang aku yang bersedih
Aku bahkan sedang tersenyum penuh syukur
Menantimu ‘tuk berdamai dengan cinta

Jika yakin dengan apa yang kau rasa, jangan biarkan ia pergi dalam ragu
Karena suatu saat nanti kita pasti bertemu

Dan langit  tak ‘kan lagi gerimis
Kecuali untuk tunjukkan sayangnya
dan memberi kita pelangi setelah ia pergi

Rabu, 09 November 2011

Manusia Goa

Sudah 27 jam ini saya sukses jadi manusia goa. Hemm, bukan rekor yang heboh memang, tapi sepertinya saya merasa sudah ditumbuhi lumut yang tebal - sekali - dan - sangat - licin - serta - menjijikkan.

27 jam saya belum keluar dari goa saya, istana saya yang gak pernah rapi tapi merupakan tempat paling nyaman di muka bumi. Rasanya, bosan.

Tapi bukan berarti membuat saya jengah, karena saya sangat menikmati kebosanan itu. 
Aneh? Oh, saya sudah sering melakukannya.

Berarti - saya - aneh? Nggak juga. Saya masih normal, hanya sedikit introvert, suka kesendirian, namun bukan antisosial.

Kenapa saya nggak keluar goa aja? Tadi saya juga kepikiran untuk jalan-jalan sebentar, tapi rasanya sayang menghabiskan waktu di luar goa. Masih banyak keanggunan goa saya yang harus saya pelajari.

Yepp. This is for today. 

Selasa, 08 November 2011

Hemmm

Satu kelemahannya nggak sengaja terekam mata saya.
Dan saya nggak tahu, masih ada berapa lagi kekurangan yang dia punya.

Manusia pasti punya kekurangan, kelemahan, kejelekan. Namun sayangnya, saya nggak tahu, apa saya sudah cukup dewasa untuk bisa menerima kekurangan orang lain. Menurut saya, sulit untuk bisa memandang manusia secara utuh, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Tapi suatu saat saya pernah berpikir, lebih baik saya bisa diterima oleh orang lain karena mereka tahu lebih dahulu kelemahan saya, daripada mereka mengharapkan saya hadir dengan kelebihan saya. Saya bisa jamin, nggak setiap saat kelebihan itu bisa ditampilkan. Namun kelemahan, mudah sekali muncul tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Mungkin itu perlunya introspeksi diri.
Mungkin itu perlunya menerima kritikan orang.

Tapi saya nggak bisa ngomong ke dia, ngasih kritikan, atau komenter nggak penting saya itu.
Saya malu. Hahahahahahaha. 

Senin, 07 November 2011

Antara Cinta dan Kepercayaan

Malam minggu kemaren, mata saya sukses membengkak gara-gara menyantap 4 film sekaligus, mulai jam 7 Sabtu malam sampai jam 2 Minggu dini hari. HAHAHAHAHAHAHAHA. Hush! Habisnya, saya sudah lama sekali nggak nonton film. Bukan maksud hati untuk balas dendam, tapi nggak tahu kenapa, hati saya waktu itu ingiiiiin sekali nonton. Harap maklum, walaupun sedikit, itu tadi reaksi atas kegalauan saya yang sedang ringkih menghadapi ujian tengah semester. Hemm, curhat dikit =p
Lanjut >>

Lalu, film apa aja yang telah meraih kehormatan besar karena sudah saya tonton kebut semalam itu? Satu film barat, 3 film Korea. Hehe, sudah saya cantumkan di profil kalau saya memang penggemar berat film Korea. Tapi, saya dapet film-film itu secara nggak sengaja, waktu iseng nimbrungin kakak saya yang lagi nongkrong di depan laptopnya. Wow, ternyata dia punya stok film-film baru! Langsung saja saya sedot saat itu juga. Thanks to si Copy and si Paste ;)

Semua filmnya menginspirasi. Memang bukan film yang terkenal banget, tapi menurut saya, cukup berkualitas!

Film pertama yang ingin saya bagi ceritanya adalah..... Cyrano Agency.


Kalau saya bahas ceritanya di sini, pasti jadi gak seru. Jadi, saya cuma pamer komentar aja. Hehe =)
Ceritanya lucu, yeah, khas film Korea lah. Dialognya mengena banget! Yang saya suka, orang sana kalo ngomong nggak pake jaim. Jadi inti dari apa yang ingin disampaikan bisa tepat sasaran, gak banyak gaya. Just, natural. Apa adanya. Walaupun saya gak bisa ngerti bahasa sana, tapi begitu mendengar orang Korea berdialog, saya seperti orang ketiga yang paham betul ama perasaan mereka. Wuaaahhhh, gak lebai lah ya... Dan yang terpenting, film dengan setting sederhana (kejadian sehari-hari) seperti itu punya makna yang dalem banget. Alurnya juga gak datar. Penonton dibuat mikir, ketawa, nangis, ama kadang-kadang bergumam sendiri, "Iya, aku juga pernah kayak gitu." 

Dalam film itu ada quote kayak gini:

"We don't love because of trust, but we trust because we love."

Mantap! Saya sampe hafal betul. Hahahaha, adegan pas tokoh utamanya ngomong kayak gitu emang sengaja saya ulang berkali-kali.

Terus?
Ya, dalem aja.
Emm, kalau coba saya simpulkan, maksudnya gini:
Dalam menjalin suatu hubungan, kepercayaan adalah hal yang terpenting. Kliselah, ya. Tapi yang bikin saya terhenyak adalah, bahkan kepercayaan lebih penting daripada rasa cinta itu sendiri.

Yapp. 

Buat apa saling mencinta kalo gak saling percaya. Dan kalau kita saling percaya, otomatis itu karena kita saling mencinta. 

Bukan cuma cinta-cintaan antara cewek dan cowok aja. Tapi menurut saya prinsip ini bagus juga kalau kita terapkan ke sesama saudara satu tanah air. Percaya, lalu mencinta! Saling percaya kalau kita sama-sama bisa, sama-sama positif, sama-sama berniat baik, sama-sama saling membutuhkan, sama-sama ingin berbagi - karena kita hidup di dunia atas dasar cinta. Sip toh? Dengan begitu, hidup kita akan makin damai. Gak ada lagi perpecahan dan permusuhan yang awalnya karena saling nggak percaya. 

Sekarang, percaya nggak kalau saya emang beneran doyan kwetiau? Hehehe =)

Semangat terus, Saudaraku!!! ^_^ 

GJ : mode on

Yuhuuuuu...

Yeah! Hemmm, holla...

Akhir-akhir ini saya suka bingung.
Saya hidup sehari 24 jam penuh, sama seperti kamu dan yang lainnya. Tapi kenapa, 24 jam milik saya dalam sehari itu cepat sekali hilang? Apa saya disorientasi waktu? Saya sering ngeliat jam, apa jam punya saya yang suka bohong? Saya lihat jam masih pukul 4, eh, gak tahunya sebentar dikit udah jam 6. Huaaaaaaaa, rasanya seperti main game yang dicurangin ama komputer, time limitnya berkurang tanpa saya ketahui!

Anyway, mungkin ini hanya halusinasi saya. Sepenuhnya yang salah bukan jam atau komputer. Tapi diri saya sendiri. Hiks.

Saya ingin mengutuk diri sendiri! Salah sendiri jadi orang pemalas amat! Salah sendiri suka molor! Salah sendiri suka bengong ngabisin waktu gak jelas!

Hemmm, yeah... Intinya, aku pengen banget berubah. Bisa ngerasain hidup benar-benar hidup. Benar-benar tahu caranya manfaatin waktu. Biar gak ilang begitu aja. Biar kerasa, bahwa aku adalah manusia hidup yang hidup seperti orang hidup.

Tapi berubah itu sulit. Yang sulit itu berubah, Tuh, mulai gak jelas. Huft!