Dan saya nggak tahu, masih ada berapa lagi kekurangan yang dia punya.
Manusia pasti punya kekurangan, kelemahan, kejelekan. Namun sayangnya, saya nggak tahu, apa saya sudah cukup dewasa untuk bisa menerima kekurangan orang lain. Menurut saya, sulit untuk bisa memandang manusia secara utuh, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Tapi suatu saat saya pernah berpikir, lebih baik saya bisa diterima oleh orang lain karena mereka tahu lebih dahulu kelemahan saya, daripada mereka mengharapkan saya hadir dengan kelebihan saya. Saya bisa jamin, nggak setiap saat kelebihan itu bisa ditampilkan. Namun kelemahan, mudah sekali muncul tanpa direncanakan terlebih dahulu.
Mungkin itu perlunya introspeksi diri.
Mungkin itu perlunya menerima kritikan orang.
Tapi saya nggak bisa ngomong ke dia, ngasih kritikan, atau komenter nggak penting saya itu.
Saya malu. Hahahahahahaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar