Sabtu, 07 Januari 2012

I believe I can fly !

Percaya. Satu kata ajaib yang penuh daya magis.
Hanya dengan modal percaya, semuanya akan terasa baik-baik saja.

Percaya akan mimpi.
Kita berani bermimpi, dan mimpi tidak akan mengkhianati kita. Karenanya, kita nggak boleh egois. Kita harus setia dengan mimpi kita. Setia dengan mimpi? Yap, dengan cara nggak pernah memandang remeh mimpi itu sendiri. Karena mimpi berhak tumbuh menjadi kenyataan. Mimpi punya nyawa sendiri untuk menampakkan wujud konkretnya - selama kita percaya dan setia dengan mimpi itu. Selama kita masih terus berusaha menghidupkan mimpi itu...

Percaya dengan orang-orang di sekeliling kita.
Kita tidak sedang hidup sendirian di tengah hutan belantara dengan hukum rimba yang mengerikan, tapi kita masih hidup di sini bersama orang-orang terbaik yang telah ditakdirkan hidup bersama kita. Menghirup udara yang sama, menginjak tanah yang sama, memandang langit yang sama. Yap, mereka adalah bagian dari hidup kita. Percaya bahwa kita bisa memberi apa yang mereka butuhkan. Begitu pula sebaliknya, hidup kita semakin mudah karena mereka telah memberi semua yang kita butuhkan. Mereka ada di sini untuk kita, tentu kita tidak ingin mengecewakan mereka, walaupun hanya dengan sebersit pikiran buruk tentang apa yang mereka lakukan...

Percaya dengan waktu.
Waktu memang tidak akan pernah bisa di paused, walaupun jam dinding kita berhenti berdetak. Mungkin itu karena baterainya habis. Percayalah, yang sebenarnya terjadi adalah waktu tetap akan terus berjalan - ada atau tidaknya baterai di dalam jam dindingmu. Sebenarnya waktu sangat baik hati. Dia setia menemani hidup kita. Dia akan berjalan perlahan apabila kita sedang tekun dengan sesuatu, namun dia akan berjalan cepat apabila kita memang sengaja membuangnya tanpa arti. Kita akan selalu punya waktu untuk bahagia, selama kita merasa bahagia dalam memanfaatkan waktu demi kebaikan... 

Percaya dengan cinta.
Cinta masih ada di sini. Cinta nggak akan pergi kemana-mana. Karena cinta tumbuh di hati, dan hati kita aman di dalam rongga peritonium tubuh kita, dia nggak akan pergi jalan-jalan nyari angin. Cinta adalah nurani. Setiap manusia punya itu. Masih percayakah kamu dengan cinta? Kenapa tidak! Cinta nggak pernah bohong, cinta nggak pernah berkhianat. Karena dia masih anak-anak, dan dia bisa baca pikiran orang lain. Semoga kelak ketika dia dewasa, Cinta nggak senyentrik bapaknya.

Dan yang paling penting, percaya pada diri sendiri.
Percaya bahwa kita adalah manusia baik-baik yang telah diizinkan hidup di bumi untuk segala kebaikan. Hemm, percaya pada diri sendiri bahwa inilah apa yang kita mau, dan kita akan selalu menjadi seseorang yang kita mau. Kita mau, bukan sekadar apa yang kita inginkan. Tapi kita mau itu. Mau berarti rela - bahkan sangat ikhlas - untuk mewujudkannya. Kita bisa. Itu slogan presiden kita. Tapi, lebih dari itu, kita mau untuk bisa! Bahkan lebih dari bisa, kita-amat-sangat-mampu-dan-bisa-dan-sanggup-luar-biasa-sekali!!!!! 

Percaya bahwa, "my life is brilliant!!!" 
Because "I believe I can fly!"
Thanks to "pesawatku".

with love,
KwetiauLover.


Note: betewe, ini posting pertamaku di tahun 2012. Semoga tahun ini lebih hebat seribu juta kali lipat daripada tahun lalu, bahkan lebih. Amin... :)

4 komentar:

  1. bicara ttg logika dan mindset ,ane jga stuju dan brpndapat klo orang indonesia smuanya amat-sangat-mampu-dan-bisa-dan-sanggup-luar-biasa-sekali!!!!!

    tapi,
    apa .. "kita mau untuk bisa!" ?

    apa org2 indonesia kbykan pada "mau" ?

    indonesia belum dewasa ...
    pemikiran orang2nya selalu mengikuti orang kebanyakan...
    ingin berubah harus liat kanan kiri...

    hahahaha cuman sotoy ane sis ^^
    ;)peaceeeeeeeeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firstly, thanks udah komen :)
      Ada yang bisa diajak ngobrol nih, hohoho...

      Yap, orang indonesia kebanyakan kalo 'ingin berubah harus liat kanan kiri' dulu, tapi gak semua kan?
      Coba kita lihat ke belakang, sejarah tentang bangsa kita yang hebat udah berani melawan penjajah.
      Usaha itu tentu diawali dari ke'mau'an, mau untuk merdeka.

      Saya sih optimis aja. Kalo mereka pada jadi follower, sudah saatnya kita yang muda jadi pembeda. Lakuin aja apa yang menurut kita baik, lama-lama mereka yang liat kanan-kiri juga pada nengok ke kita yang udah berusaha berbuat ke arah yang lebih baik. Yeah, emang butuh waktu dan proses, sembari kita mencari jati diri, membangun diri kita sendiri sekaligus membangun bangsa ini.

      hemm, sejauh ini saya cuman bisa berpendapat sih, emang belum ada aksi apa-apa.
      btw, komen kamu nyadarin juga...
      muga ini bisa ngingetin kita biar lebih semangat lagi, gak jadi manusia apatis yang cuman numpang hidup di indonesia...

      lebih sotoy lagi nih, hehehe.... peaacccee jugaaa =)

      Hapus
  2. hehehe
    twitter kali , follower ;)

    secara keseluruhan cuman muter2 aja dah nih :)
    iya,ane pribadi juga masih belum dewasa jadi ga berhak ngomong yang berat2 :X

    ketika
    "apa" masalahnya sudah diketahui...
    sepatutnya kita mencari
    "bagaimana" untuk menyelesaikkannya...
    dan tidak membuang waktu untuk memikirkan
    "kenapa" dan "mengapa" itu terjadi...
    karena membuang waktu dan hanya akan mengacu ke
    "siapa" yang harus disalahkan...
    mencari siapa yang harus dikambinghitamkan menjadikan pribadi orang yang pengeluh dan hitam*,tetapi
    "ketika" seseorang teguh dan berjuang...
    berfokus untuk menyelesaikan masalah , tegar dan teguh melakukan segala *bagaimana*

    dia mendapati dirinya mendapatkan sesuatu yang lebih berharga daripada berlian

    hahahahahaa sotoy banget ane ;)
    :ngacirrrrrrrr


    btw
    semangat !

    BalasHapus