Belakangan ini banyak orang di sekitar saya terkena musibah: masalah jantung.
Saya yang denger aja ikut deg-degan, ikutan sesak nafas, ikutan was-was, bahkan curiga pada diri sendiri, jantung saya baik-baik aja gak ya? Jadi paranoid, deg-degan dikit jadi kepikiran jantung saya -padahal waktu itu gebetan lagi lewat- hehehe...
Emmm, aneh juga, kenapa sekarang lagi ngetrend penyakit jantung -selain trend jambul khatulistiwa dan bulu mata antiseptik tentunya. Orang yang biasanya terlihat segar bugar dalam waktu sekejap bisa 'jatuh' gara-gara serangan jantung. Mengerikan.
Mumpung masih muda, yuk kita jaga jantung kita!
Dengan cara..... ah, anda pasti sudah tahu. Klise, normal, biasa, sudah sering denger, tapi sulit banget nerapinnya.
Antara lain: makan teratur, hindari banyak makanan berlemak, olahraga teratur, gak ngerokok, hindari drugs, hindari alkohol, dan yang penting: tidur yang berkualitas. Yeah :) *mendadak sok jadi pakar kesehatan*
By the way, kapan hari saya nonton sebuah acara di TV yang narasumbernya seorang binaragawan tapi udah umur 81 tahun masih kuat ngangkat beban 50 kg! Pak Tepong namanya. Ada satu quote dari beliau yang menurut saya menarik dan sangat menginspirasi. Kayak gini bunyinya,
Takdir ada di tangan Tuhan, umur ada di tangan kita
Wow, mantap sekali bukan?
Kalau boleh saya terjemahkan, intinya mau hidup kayak apa dan selama apa, kita sendiri yang menentukan. Iya, terserah kita, semau kita, seenak kita. Tergantung kita memanfaatkan waktu seperti apa. Kita mau sukses, ya berusaha. Kita mau slow down let it flow, ya santai aja. Kita mau bebas penyakit, ya olahraga. Kita mau awet muda, ya banyak senyum. Kita mau bahagia dunia akhirat, ya beribadah. Simpel bukan? Semua itu ada di tangan kita, karena kita yang punya kendali penuh atas hidup kita sendiri.
Hemmm, kembali ke masalah jantung, ternyata pikiran sangat berperan pada kerja jantung.
Itu kenapa orang yang stress sangat beresiko terkena serangan jantung.
Jadi, lebih baik hepi hepi ajalah... Menertawakan diri sendiri cukup efektif untuk membuat tubuh rileks. Makanya, bagi orang-orang tipe A, tak perlu lah terlalu memaksa diri sendiri untuk selalu menjadi sempurna. Kita manusia pasti punya salah, dan kita manusia pasti butuh bantuan orang lain.
Menertawakan diri sendiri? Maksud saya, saat kita berbuat salah, konyol, tampak bodoh di depan orang lain, yaaa, tertawa aja! Setelah meminta maaf atas kekonyolan yang telah kita lakukan, tak perlu terlalu menghukum diri sendiri. Cukup dengan introspeksi dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama, lalu pasang wajah innocent sambil bergumam, "Hahahaha, bodohnya aku!" Tapi cukup bergumam dalam hati aja, jangan sampai orang lain mengira kita gak waras. Hihihi...
Menurut saya, selama ini kalau kita merasa sengsara, hidup gak enak, kayak di penjara, berasa narapidana, berasa hidup saya tak berarti, tidak bahagia, berasa gak berguna, berasa "Ah, hidup gue gini-gini aje." Waspadalah! Itu salah satu gejala bahwa Anda sudah terjerumus dalam belenggu, "Menghukum dan memvonis diri sendiri." Langkah selanjutnya? Ya, move on! Say no to galau!
Dosen saya pernah bilang, berdasarkan hasil riset, orang dengan kepribadian melankolis lebih beresiko terkena kanker daripada orang yang berkepribadian sanguinis. Jadi banyak-banyaklah senyum, cengengesan, menganggap semuanya akan baik-baik saja. Tak perlu bermuram durja. All is well. Hehe... Ayo nyanyi bareng-bareng, "all is well.... jeng, jeng, jeng jeng..." Jangan lupa geleng-geleng kepala ala India sambil muterin tiang atau pohon di halaman. Hohoho...
Yeah, walaupun saya bukan psikolog, bukan pakar kesehatan jiwa, bukan psikiatri, bukan paranormal, bukan dukun, tapi saya merasa bahwa "hidup harus dibikin ENJOY!!!"
Hidup harus dinikmati. Setiap detiknya, setiap detak jantung kita. Setiap hembusan nafas. Setiap momen dalam hidup, baik yang pahit, manis, asam, asin. Semuanya, harus dihadapi dengan syukur. Yeah. SYUKUR.
Satu lagi tontonan yang menginspirasi, waktu itu Om Pepeng lagi diwawancara di salah satu stasiun TV. Terus beliau bilang bahwa beliau selalu berdoa kepada Tuhan yang intinya kayak gini,
Satu lagi tontonan yang menginspirasi, waktu itu Om Pepeng lagi diwawancara di salah satu stasiun TV. Terus beliau bilang bahwa beliau selalu berdoa kepada Tuhan yang intinya kayak gini,
Ya Tuhan, tunjukkanlah pada hamba persepsi yang indah dalam menghadapi setiap keputusan yang Engkau beri.Wow, super sekali bukan!
Om Pepeng tidak meminta hal-hal yang indah selalu terjadi padanya, tapi Om Pepeng mengharapkan agar beliau selalu dapat menghadapi apapun yang terjadi padanya dengan pikiran positif.
That's it !
Muga bisa menginspirasi....
;)
kalo baca artikel2 sis disini
BalasHapuspasti bikin semangat :P
ane jadi terinsipasi
inspirasi* nih :D
Wah, terima kasih udah mampir....
BalasHapusMuga selalu semangat :)